Sabtu, 08 Agustus 2026

Semarak Hari Santri di Rejosari, Anak-anak KB Khodijah 04 Belajar Cinta Agama dan Tanah Air Sejak Dini



Semarang — Suasana Rejosari Meteseh Tembalang, tampak berbeda pada Sabtu sore, 25 Oktober 2025. Ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, TPQ, jamaah, serta masyarakat berkumpul dalam Apel dan Karnaval Hari Santri yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB.

Di antara peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tampak anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati bersama para guru dan wali murid. Dengan penuh semangat, anak-anak ikut menjadi bagian dari perayaan Hari Santri bersama berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan di wilayah Rejosari.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang kemudian dilanjutkan dengan karnaval. Suasana semakin meriah dengan iringan marching band Darussalam serta lantunan rebana dari Pondok Pesantren Al Mabda', menghadirkan nuansa religius sekaligus kegembiraan di tengah masyarakat.



"Langkah kecil dalam semangat Hari Santri. Anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati bersama wali murid mengikuti Apel dan Karnaval Hari Santri bersama lembaga pendidikan dan keagamaan se-Rejosari, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan berlangsung semarak dengan iringan marching band Darussalam dan rebana Pondok Pesantren Al Mabda', sekaligus menjadi media pembelajaran untuk menanamkan kebersamaan, kecintaan kepada agama, dan cinta tanah air sejak usia dini."

Dari PAUD hingga Pesantren Berjalan Bersama

Apel dan karnaval Hari Santri ini menjadi istimewa karena mempertemukan berbagai jenjang dan unsur pendidikan dalam satu kegiatan bersama.

Selain KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati beserta wali murid, kegiatan tersebut diikuti oleh MTs Darussalam, MA Darussalam, TPQ yang diasuh Pak Rohimun, TPQ Pak Zam, TPQ Pak Sulkani, Pondok Pesantren Al Mabda', serta Jamaah Habiburrosul.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan keagamaan di masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. PAUD, madrasah, TPQ, pondok pesantren, majelis, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk generasi penerus.

Bagi anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati, berada di tengah-tengah keluarga besar pendidikan Islam Rejosari memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat melihat bahwa lingkungan tempat mereka tumbuh memiliki tradisi keagamaan dan kebersamaan yang kuat.

Mengenalkan Makna Hari Santri Sejak Usia Dini

Bagi anak usia dini, Hari Santri tentu belum harus dikenalkan melalui penjelasan sejarah yang panjang. Nilai-nilainya justru dapat ditanamkan melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan dunia anak.

Berjalan bersama teman, mengikuti kegiatan dengan tertib, mendengarkan arahan guru, berinteraksi dengan masyarakat, serta menyaksikan kebersamaan para santri menjadi bagian dari proses belajar tersebut.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mulai diperkenalkan bahwa menjadi bagian dari lingkungan santri berarti belajar mencintai agama, menghormati guru dan ulama, menjaga kebersamaan, disiplin, serta mencintai bangsa dan tanah air.

Nilai-nilai itulah yang menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati.

Wali Murid Hadir, Pendidikan Menjadi Gerakan Bersama

Keterlibatan wali murid dalam karnaval juga memberikan makna yang penting. Kehadiran orang tua menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.

Ketika guru, orang tua, lembaga keagamaan, dan masyarakat hadir bersama dalam sebuah kegiatan, anak mendapatkan pengalaman bahwa nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga hidup di lingkungan keluarganya.

Kolaborasi seperti inilah yang terus dibangun dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Khodijah: sekolah dan keluarga berjalan bersama dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menumbuhkan Rasa Memiliki terhadap Lingkungan

Karnaval Hari Santri juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk lebih mengenal lingkungan sosial tempat mereka tumbuh.

Di sepanjang kegiatan, mereka berjumpa dengan siswa madrasah, santri pondok pesantren, peserta TPQ, jamaah, guru, orang tua, dan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bersosialisasi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Bagi PAUD Khodijah, pendidikan memang tidak seharusnya hanya berlangsung di balik dinding kelas. Lingkungan masyarakat dapat menjadi ruang belajar yang sangat kaya untuk menanamkan karakter, pengalaman sosial, keberanian, dan rasa percaya diri.

Bersama Merawat Tradisi, Menyiapkan Generasi

Kemeriahan marching band, lantunan rebana, barisan peserta, serta antusiasme masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri di Rejosari bukan sekadar seremoni tahunan.

Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan tentang ukhuwah, kebersamaan, pendidikan, dan kesinambungan generasi.

Ada anak-anak PAUD yang baru mulai mengenal dunia pendidikan. Ada siswa madrasah yang sedang tumbuh menjadi remaja. Ada para santri, guru, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan dan keagamaan.

Inilah ekosistem yang diharapkan terus tumbuh di Rejosari.

Keikutsertaan KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati dalam kegiatan Hari Santri menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang tidak hanya mengembangkan kemampuan anak, tetapi juga mendekatkan mereka dengan nilai keislaman, tradisi masyarakat, cinta tanah air, dan kehidupan sosial sejak usia dini.

Sebab, rasa cinta kepada agama, bangsa, guru, dan sesama tidak tumbuh dalam satu hari. Nilai itu perlu dikenalkan, dicontohkan, dan dibiasakan sedikit demi sedikit sejak anak masih kecil.

Dari langkah-langkah kecil anak-anak dalam barisan karnaval Hari Santri, tumbuh harapan besar akan lahirnya generasi yang sholih-sholihah, berakhlakul karimah, mencintai ilmu, menghormati ulama, serta memiliki kepedulian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.[SHs]

Admin

Author & Editor

Yayasan Khodijah

0 Comments:

Posting Komentar