Suasana Lomba 17-an

Suasana Lomba 17-an

Anak-anak KB Kodijah 04 dan TK Permata Hati Khodijah sedang mengikuti latihan Manasik Haji

Yayasan Khodijah - PC Fatayat NU Kota Semarang

Yayasan Khodijah - PC Fatayat NU Kota Semarang

Anak-anak KB Khodijah 04 bersama Tim KKN Undip Semarang

Anak-anak KB Khodijah 04 bersama Tim KKN Undip Semarang

Suasana Pengajian di KB Khodijah 04

Suasana Pengajian di KB Khodijah 04

Tim KKN Undip bersama Anak-anak KB Khodijah 04

Tim KKN Undip bersama Anak-anak KB Khodijah 04

Sabtu, 22 Agustus 2026

KB Khodijah 04 - TK Permata Hati: “Belajar Sambil Bermain, Bermain Sambil Beribadah”

Admin


Pendidikan Anak Usia Dini adalah masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Di usia 2-4 tahun, anak belajar paling baik melalui bermain. Oleh karena itu, KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI menerapkan model pembelajaran sentra sebagai pendekatan utama dalam kegiatan harian. Pembelajaran sentra memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih, bereksplorasi, dan menemukan pengalaman belajar sesuai minat dan karakteristiknya, namun tetap dalam bimbingan dan kasih sayang Bu guru.Setiap pagi, suasana KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI selalu riuh dengan semangat anak-anak.

Pukul 07.00 WIB, anak-anak datang dengan senyum cerah, menyapa Bu guru, dan meletakkan tas di tempat masing-masing. Setelah berdoa bersama, bernyanyi, dan cirle time, anak-anak memasuki kegiatan inti: Bermain dan Belajar di Sentra. KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI terdapat 4 sentra utama yang dibuka setiap hari secara bergiliran. Setiap sentra memiliki tujuan perkembangan yang berbeda, namun saling terintegrasi dengan nilai-nilai Islami. Sentra pertama adalah Sentra Iman dan Taqwa di sentra ini, anak-anak belajar mengenal Allah, Rasul, dan ajaran Islam melalui cara yang menyenangkan. Kegiatannya meliputi menghafal doa harian, menyimak kisah Nabi dan sahabat dengan media wayang atau gambar, praktek wudhu dan sholat, serta menghias kaligrafi sederhana. Suasana di sentra ini selalu tenang dan penuh kasih. Anak-anak belajar bahwa setiap aktivitas harus dimulai dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah. Melalui sentra ini, nilai keimanan dan akhlaqul karimah ditanamkan sejak dini.

Sentra kedua adalah Sentra Bahan Alam Cair. Sentra ini menjadi favorit banyak anak karena mereka bisa "kotor-kotoran" dengan bahan dari alam. Di sini anak-anak bermain pasir, air, tanah liat, biji-bijian, daun, dan batu. Mereka membuat istana pasir, mencampur warna air, mengurutkan biji kacang, dan menempel kolase dari daun kering. Kegiatan ini melatih motorik kasar dan halus, melatih problem solving, serta menumbuhkan rasa ingin tahu. Bu guru juga menyelipkan nilai syukur atas ciptaan Allah yang begitu indah dan bermanfaat bagi manusia.

Sentra ketiga adalah Sentra Balok di sentra ini, anak-anak diberikan kebebasan untuk berkreasi menggunakan berbagai jenis balok seperti balok kayu, balok satuan, dan balok besar berbentuk geometri. Tujuan utama Sentra Balok adalah untuk melatih perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak, melatih kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Ketika anak menyusun balok menjadi rumah, jembatan, menara, atau jalan, mereka secara tidak langsung belajar tentang konsep matematika dasar seperti ukuran, bentuk, tinggi-rendah, seimbang, dan pola. Selain itu, anak juga belajar bahasa melalui percakapan saat berdiskusi dengan teman tentang bangunan apa yang akan dibuat.Yang tidak kalah penting, Sentra Balok juga melatih perkembangan sosial-emosional anak. Anak belajar bergiliran mengambil balok, bekerja sama membangun bersama teman, menghargai karya orang lain, dan belajar bertanggung jawab untuk merapikan kembali balok setelah selesai bermain.




Sentra keempat adalah Sentra Persiapan. Ini adalah jembatan menuju SD. Kegiatannya lebih terstruktur namun tetap menyenangkan. Anak-anak belajar mengenal huruf melalui kartu huruf dan pasir, berhitung dengan manik-manik, menggunting, menempel, dan melipat. Tujuannya bukan memaksa anak bisa calistung, tetapi menumbuhkan kesiapan mental dan keterampilan dasar agar saat masuk SD anak tidak merasa terkejut.Selama 60-90 menit di sentra, anak-anak bergerak bebas memilih sentra sesuai minat. Aturannya hanya satu: harus menyelesaikan 1 kegiatan sampai tuntas sebelum pindah. Bunda guru berperan sebagai fasilitator. Beliau mengamati, bertanya, memberi pujian, dan mendokumentasikan perkembangan setiap anak. Setelah bermain di sentra, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama, istirahat, dan bermain di luar kelas. Di playground, anak-anak melatih motorik kasar: berlari, memanjat, meluncur, dan bermain bola. Tawa dan sorak sorai mengiringi setiap permainan.

Yang membuat pembelajaran di KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI berbeda adalah selalu adanya sisipan nilai Islami. Sebelum mulai bermain, anak berdoa. Saat berebut mainan, Bunda guru mengingatkan untuk bergantian dan mengucap "afwan". Saat selesai, anak membiasakan merapikan mainan bersama-sama sebagai bentuk tanggung jawab.Melalui pembelajaran sentra ini, kami melihat perubahan yang luar biasa pada anak. Anak yang awalnya pendiam menjadi berani berbicara. Anak yang manja menjadi lebih mandiri. Anak yang sulit fokus menjadi lebih tekun. Orang tua pun merasakan dampaknya di rumah. Banyak yang bercerita bahwa anak jadi rajin berdoa, mau membantu merapikan mainan, dan lebih bersemangat belajar.Bagi kami di KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI, bermain bukanlah buang-buang waktu. Bermain adalah cara anak bekerja. Di setiap tumpukan balok, ada matematika. Di setiap cerita, ada bahasa. Di setiap kerjasama, ada sosial-emosional. Dan di setiap "Alhamdulillah", ada iman.Dengan model sentra ini, kami berharap dapat mewujudkan visi sekolah: Mewujudkan generasi anak yang beriman, sehat, berakhlaq mulia, cerdas, mandiri dan ceria sesuai nilai-nilai Islami. Karena anak hebat lahir dari proses belajar yang bahagia.



Jumat, 21 Agustus 2026

Sorak Gembira Solih-solihah KB Khodijah 04 - TK Permata Hati dalam Memeriahkan HUT RI ke-81

Admin

 

Solih-solihah tampak antusia dalam mengikuti kegiatan jalan bersama.

“Merah Putih di Hati, Sehat dan Ceria Sejak Dini” 

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat Ceria yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan Bu guru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026 dengan mengambil start dan finish di halaman KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI. 

Sejak pukul 07.30 WIB suasana sekolah sudah sangat ramai dan penuh semangat. Halaman sekolah yang biasanya tenang, pagi itu berubah menjadi lautan merah putih. Anak-anak datang dengan kostum nuansa merah putih yang beragam dan sangat kreatif. Ada yang memakai baju putih dipadukan dengan rok merah, ada yang menggunakan bando bendera, topi merah, kaos kaki belang merah putih, bahkan ada juga yang membawa balon dan bendera kecil di tangan. Wajah-wajah ceria dan penuh antusias terpancar dari setiap anak. Mereka tidak sabar untuk segera memulai kegiatan.

Acara dibuka dengan doa pagi bersama yang dipandu oleh Bua guru. Lagu-lagu nasional seperti "Garuda Pancasila", "17 Agustus", dan "Indonesia Raya" mengiringi gerakan senam ringan pemanasan, membuat semangat kemerdekaan semakin terasa. Rute yang dilalui mengelilingi lingkungan sekitar sekolah sejauh kurang lebih 1 kilometer sepanjang jalan, anak-anak berjalan berbaris rapi dengan ditemani Bu guru. Meski cuaca cukup terik, semangat anak-anak tidak pernah padam. Mereka bernyanyi, melambaikan bendera, dan sesekali meneriakkan "Dirgahayu RI ke-81!" dengan suara lantang. Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah antusiasme anak-anak terhadap kostum yang mereka kenakan. 

Nuansa merah putih mendominasi dan menjadi pemandangan yang indah. Warga sekitar juga ikut meramaikan dengan melambaikan tangan dan memberikan semangat dari teras rumah. Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, rombongan kembali finish di halaman sekolah dengan selamat. Anak-anak tampak kelelahan namun tetap ceria. Mereka langsung disambut dengan minuman segar dan makanan ringan yang telah disiapkan panitia. Rasa lelah seketika terbayar dengan kebahagiaan dan kebanggaan telah menyelesaikan jalan sehat bersama.

pembagian hadiah bagi pemennag lomba.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu pembagian hadiah lomba HUT RI. Sebelumnya, selama seminggu penuh anak-anak telah mengikuti berbagai perlombaan di sekolah seperti lomba estafet air, klasifikasi bola dan masih banyak lagi. Hari ini adalah saat yang ditunggu-tunggu untuk pengumuman pemenang. Dengan penuh semangat, satu persatu nama pemenang dipanggil ke depan. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh mengiringi setiap anak yang maju kedepan. 

Untuk juara 1, 2, dan 3 diberikan bingkisan menarik. Wajah anak-anak berseri-seri menerima hadiah. Bagi yang belum menang pun tetap mendapatkan hadiah hiburan karena semua anak adalah juara yang berani mencoba. Tawa, canda, dan kebahagiaan menjadi penutup yang sempurna untuk rangkaian acara pagi itu. Melalui kegiatan Jalan Sehat dan Pembagian Hadiah ini, KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI ingin menanamkan 3 nilai penting kepada anak:

Pertama, Cinta Tanah Air. Dengan mengenakan kostum merah putih dan mengikuti kegiatan bersama, anak belajar menghargai jasa para pahlawan.

Kedua, Hidup Sehat. Jalan sehat menjadi pembiasaan agar anak gemar berolahraga sejak dini.

Ketiga, Sportivitas dan Kebersamaan. Anak belajar menerima hasil, menghargai teman, dan merasakan kebahagiaan bersama.Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan penuh berkah. Terima kasih kepada seluruh panitia, Bunda guru, dan wali murid yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini. Semoga semangat kemerdekaan yang telah ditanamkan hari ini terus tumbuh di hati anak-anak KB KHODIJAH 04 - TK PERMATA HATI.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Terus melaju untuk Indonesia Maju! 

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 

Senin, 17 Agustus 2026

Semarak 17-an di KB Khodijah 04 Tembalang: Semangat Kemerdekaan, Ceria Sejak Dini

Admin

 

Anak-anak mengikuti lomba memasukkan pensil ke dalam botol.

Kemerdekaan bukan hanya diperingati oleh orang dewasa. Di KB Khodijah 04, kami percaya bahwa menanamkan cinta tanah air harus dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81, KB Khodijah 04 menyelenggarakan kegiatan “Pekan Lomba Kemerdekaan” yang dilaksanakan pada hari Senin-Jum’at, 10-15 Agustus 2026 di halaman sekolah.

Pagi itu, suasana sekolah sudah terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, halaman KB Khodijah 04 dipenuhi warna merah putih. Anak-anak datang dengan wajah penuh semangat. Balon, umbul-umbul, dan bendera menghiasi setiap sudut. Dengan tertib, solih-solihah berdiri tegak menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Meski masih kecil, semangat mereka luar biasa. Setelah upacara, Kepala KB Khodijah 04 menyampaikan sambutan bahwa tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk meriah, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai kemerdekaan: berjuang, pantang menyerah, kerjasama, dan gotong royong sejak dini.

Memasuki acara inti, semua lomba dirancang khusus sesuai tahap perkembangan anak usia 2-4 tahun, mengutamakan unsur keamanan, edukasi, dan kesenangan. Lomba pertama adalah “Estafet air”. Anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok. Mereka harus berlari sambil membawa air yang akan di berikan kepada teman 1 tim nya menuju garis finish. Tawa pecah ketika ada yang terjatuh, namun mereka langsung bangkit dan tertawa bersama. Dari lomba ini anak belajar tentang kerja sama tim dan tidak menyalahkan teman. 

Lomba kedua “klasifikasi bola”. Dengan wajah serius, anak-anak berjalan hati-hati didalam karung agar tidak salah ambil bola sesuai dengan bola yang ada di dalam karungnya. Lomba ini melatih konsentrasi, keseimbangan, dan motorik halus. Sorak sorai “Ayo bisa!  dari teman dan bu guru membuat semangat anak semakin menggebu. Lomba ketiga yang paling ditunggu adalah “Memindahkan karet dengan sedotan”, selanjutnya masih banyak lagi lomba-lomba yang dapat melatih kerja sama tim, kefokusan dan motorik pada anak. 

Tidak ada yang menang atau kalah, semua anak adalah juara karena berani mencoba. Pukul 10.30 WIB, acara ditutup dengan istirahat dan makan bersama.  Tangis haru dan tawa bahagia bercampur saat nama-nama pemenang diumumkan. Foto bersama dengan latar belakang gapura merah putih menjadi penutup yang manis.

Melalui kegiatan ini, KB Khodijah 04 ingin menanamkan 3 nilai utama kepada anak: 1) Cinta Tanah Air: Anak mengenal simbol negara dan makna kemerdekaan melalui cara yang menyenangkan. 2) Kemandirian, dan Sportivitas: Anak belajar mencoba, gagal, bangkit, dan menghargai teman. 3) Kebersamaan: Anak, guru, dan orang tua bersama-sama merayakan hari besar bangsa. Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar, aman, dan penuh kebahagiaan. 

Terima kasih kepada seluruh Bunda guru, wali murid, dan panitia yang telah bekerja keras. Semoga semangat kemerdekaan ini terus hidup di hati anak-anak KB Khodijah 04. 

Dirgahayu Republik Indonesia ke-80.

“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”

Merdeka! Merdeka! Merdeka!




Minggu, 09 Agustus 2026

Dari Ihram hingga Talbiyah, Anak-anak KB Khodijah dan TK Permata Hati Belajar Makna Haji melalui Pengalaman Manasik

Admin

Anak-anak KB Kodijah 04 dan TK Permata Hati Khodijah sedang mengikuti latihan Manasik haji.

Semarang — Belajar tentang ibadah tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Bagi anak usia dini, pengalaman langsung sering kali menjadi cara paling bermakna untuk mengenal, memahami, dan mencintai nilai-nilai agama. Semangat inilah yang dihadirkan KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati melalui kegiatan Manasik Haji di kawasan Fatimah Zahra.

Sejak pagi, suasana sekolah terasa berbeda. Anak-anak telah berkumpul dengan mengenakan pakaian ihram, siap mengikuti perjalanan pembelajaran yang dirancang menyerupai pengalaman jamaah haji. Sebelum keberangkatan, dilakukan prosesi pelepasan yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Khodijah Fatayat NU Kota Semarang, Dr. Siti Hasanah, M.Ag. Dalam momentum tersebut, anak-anak memperoleh arahan dan bimbingan sebelum memulai perjalanan manasik.

Prosesi semakin khidmat dengan doa yang dipimpin Ketua PAC Fatayat NU Tembalang, dilanjutkan adzan dan iqamah oleh Takmir Musholla Al Mubarok. Suasana religius semakin terasa saat lantunan talbiyah dipandu oleh komite sekolah. Dengan mengucapkan Labbaik Allahumma Labbaik, anak-anak kemudian berjalan menuju bus sesuai kelompok atau kloter masing-masing.

Momen sederhana tersebut menjadi bagian penting dari pembelajaran. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada lafaz talbiyah, tetapi juga belajar tertib, mengikuti arahan, berjalan bersama kelompok, serta memahami bahwa ibadah haji dilakukan melalui rangkaian proses yang membutuhkan kedisiplinan dan kebersamaan.

Dari Cerita di Kelas Menjadi Pengalaman Nyata

Kegiatan manasik dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual keagamaan bagi anak usia dini. Setelah proses pelepasan, rombongan berangkat dari Semarang menuju lokasi kegiatan di Fatimah Zahra.

Di lokasi manasik, anak-anak mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji. Melalui kegiatan tersebut, berbagai materi yang sebelumnya dikenalkan melalui cerita, gambar, doa, maupun pembelajaran di kelas menjadi lebih mudah dipahami karena anak dapat melihat dan mempraktikkannya secara langsung.

Bagi anak usia dini, pengalaman seperti ini memiliki makna yang besar. Mereka belajar menggunakan seluruh indranya: melihat, mendengar, bergerak, mengikuti arahan, dan mengalami sendiri suasana pembelajaran.

Manasik karena itu bukan sekadar agenda tahunan sekolah, melainkan bagian dari upaya mengenalkan rukun Islam, kecintaan kepada Baitullah, serta nilai-nilai ketaatan kepada Allah SWT dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Menanamkan Nilai, Bukan Sekadar Mengenalkan Ritual

Bagi Yayasan Khodijah Fatayat NU Kota Semarang, pendidikan agama sejak usia dini tidak cukup hanya dengan mengajarkan hafalan. Nilai-nilai agama perlu diterjemahkan menjadi pengalaman dan kebiasaan yang dapat dirasakan langsung oleh anak

Melalui manasik haji, banyak nilai dapat tumbuh secara bersamaan.

Ketika mengenakan ihram, anak belajar tentang kesederhanaan dan kesetaraan. Ketika mengikuti kloter, mereka belajar tertib dan disiplin. Ketika bertalbiyah bersama, anak belajar mengingat Allah. Ketika menjalani rangkaian manasik bersama teman, mereka belajar kesabaran, kebersamaan, dan saling membantu.

Inilah pendidikan karakter yang ingin terus dikuatkan di lingkungan KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati. Pembelajaran agama tidak hanya diarahkan agar anak mengetahui apa yang harus dilakukan, tetapi juga agar nilai-nilai tersebut perlahan tumbuh dalam sikap dan keseharian mereka.

Anak Belajar Mandiri di Luar Kelas

Kegiatan di luar lingkungan sekolah juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk melatih kemandirian.

Sejak keberangkatan, mereka belajar menjaga perlengkapan masing-masing, mengikuti kelompok, mendengarkan instruksi guru, bersabar dalam perjalanan, serta beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda dari ruang kelas sehari-hari.

Hal-hal yang bagi orang dewasa tampak sederhana tersebut merupakan pengalaman belajar yang sangat penting bagi perkembangan anak usia dini.

Sekolah dengan demikian tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kepercayaan diri, tanggung jawab, kemampuan sosial, kemandirian, dan keberanian menghadapi pengalaman baru.

Belajar Agama dengan Gembira

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan manasik, agenda dilanjutkan dengan wisata edukatif ke kebun kurma dan museum. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam sekaligus menjaga suasana pembelajaran tetap menyenangkan bagi anak-anak.

Pada siang hari, seluruh rombongan berkumpul untuk makan bersama sebelum kembali menuju Semarang.

Kebersamaan antara anak, guru, komite, dan pendamping selama perjalanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Anak-anak belajar bahwa kebersamaan, saling menjaga, dan berbagi merupakan nilai penting dalam kehidupan.

Sinergi Yayasan, Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat

Kegiatan manasik ini juga mencerminkan kuatnya kolaborasi antara Yayasan Khodijah Fatayat NU Kota Semarang, KB Khodijah 04, TK Permata Hati, PAC Fatayat NU Tembalang, takmir masjid/musholla, komite sekolah, guru, serta orang tua.

Kolaborasi semacam ini menjadi kekuatan penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter.

Sebab, pendidikan anak tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Sekolah membutuhkan keluarga, keluarga membutuhkan lingkungan, dan semuanya perlu bergerak bersama untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan Manasik Haji, KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati terus meneguhkan komitmen menghadirkan pendidikan Islam yang dekat dengan kehidupan anak, menyenangkan, bermakna, dan berbasis pengalaman nyata.

Harapannya, sepulang dari kegiatan tersebut anak-anak tidak hanya membawa cerita tentang perjalanan bersama teman dan gurunya, tetapi juga membawa kenangan tentang pakaian ihram yang dikenakan, talbiyah yang dilantunkan, serta kerinduan sederhana seorang anak untuk suatu hari dapat melihat Baitullah secara langsung.

Dari langkah-langkah kecil dalam manasik hari ini, tumbuh doa-doa besar untuk masa depan mereka: menjadi generasi yang cerdas, mandiri, berakhlakul karimah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta kelak mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji dan umrah ke Tanah Suci.[SHs]

Semarak Hari Santri di Rejosari, Anak-anak KB Khodijah 04 Belajar Cinta Agama dan Tanah Air Sejak Dini

Admin


Semarang — Suasana Rejosari Meteseh Tembalang, tampak berbeda pada Sabtu sore, 25 Oktober 2025. Ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, TPQ, jamaah, serta masyarakat berkumpul dalam Apel dan Karnaval Hari Santri yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB.

Di antara peserta yang mengikuti kegiatan tersebut tampak anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati bersama para guru dan wali murid. Dengan penuh semangat, anak-anak ikut menjadi bagian dari perayaan Hari Santri bersama berbagai lembaga pendidikan dan keagamaan di wilayah Rejosari.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang kemudian dilanjutkan dengan karnaval. Suasana semakin meriah dengan iringan marching band Darussalam serta lantunan rebana dari Pondok Pesantren Al Mabda', menghadirkan nuansa religius sekaligus kegembiraan di tengah masyarakat.



"Langkah kecil dalam semangat Hari Santri. Anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati bersama wali murid mengikuti Apel dan Karnaval Hari Santri bersama lembaga pendidikan dan keagamaan se-Rejosari, Sabtu (25/10/2025). Kegiatan berlangsung semarak dengan iringan marching band Darussalam dan rebana Pondok Pesantren Al Mabda', sekaligus menjadi media pembelajaran untuk menanamkan kebersamaan, kecintaan kepada agama, dan cinta tanah air sejak usia dini."

Dari PAUD hingga Pesantren Berjalan Bersama

Apel dan karnaval Hari Santri ini menjadi istimewa karena mempertemukan berbagai jenjang dan unsur pendidikan dalam satu kegiatan bersama.

Selain KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati beserta wali murid, kegiatan tersebut diikuti oleh MTs Darussalam, MA Darussalam, TPQ yang diasuh Pak Rohimun, TPQ Pak Zam, TPQ Pak Sulkani, Pondok Pesantren Al Mabda', serta Jamaah Habiburrosul.

Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan keagamaan di masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri. PAUD, madrasah, TPQ, pondok pesantren, majelis, keluarga, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk generasi penerus.

Bagi anak-anak KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati, berada di tengah-tengah keluarga besar pendidikan Islam Rejosari memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat melihat bahwa lingkungan tempat mereka tumbuh memiliki tradisi keagamaan dan kebersamaan yang kuat.

Mengenalkan Makna Hari Santri Sejak Usia Dini

Bagi anak usia dini, Hari Santri tentu belum harus dikenalkan melalui penjelasan sejarah yang panjang. Nilai-nilainya justru dapat ditanamkan melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan dunia anak.

Berjalan bersama teman, mengikuti kegiatan dengan tertib, mendengarkan arahan guru, berinteraksi dengan masyarakat, serta menyaksikan kebersamaan para santri menjadi bagian dari proses belajar tersebut.

Melalui kegiatan ini, anak-anak mulai diperkenalkan bahwa menjadi bagian dari lingkungan santri berarti belajar mencintai agama, menghormati guru dan ulama, menjaga kebersamaan, disiplin, serta mencintai bangsa dan tanah air.

Nilai-nilai itulah yang menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati.

Wali Murid Hadir, Pendidikan Menjadi Gerakan Bersama

Keterlibatan wali murid dalam karnaval juga memberikan makna yang penting. Kehadiran orang tua menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.

Ketika guru, orang tua, lembaga keagamaan, dan masyarakat hadir bersama dalam sebuah kegiatan, anak mendapatkan pengalaman bahwa nilai-nilai yang diajarkan di sekolah juga hidup di lingkungan keluarganya.

Kolaborasi seperti inilah yang terus dibangun dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Khodijah: sekolah dan keluarga berjalan bersama dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Menumbuhkan Rasa Memiliki terhadap Lingkungan

Karnaval Hari Santri juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk lebih mengenal lingkungan sosial tempat mereka tumbuh.

Di sepanjang kegiatan, mereka berjumpa dengan siswa madrasah, santri pondok pesantren, peserta TPQ, jamaah, guru, orang tua, dan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bersosialisasi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan.

Bagi PAUD Khodijah, pendidikan memang tidak seharusnya hanya berlangsung di balik dinding kelas. Lingkungan masyarakat dapat menjadi ruang belajar yang sangat kaya untuk menanamkan karakter, pengalaman sosial, keberanian, dan rasa percaya diri.

Bersama Merawat Tradisi, Menyiapkan Generasi

Kemeriahan marching band, lantunan rebana, barisan peserta, serta antusiasme masyarakat menjadikan peringatan Hari Santri di Rejosari bukan sekadar seremoni tahunan.

Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan tentang ukhuwah, kebersamaan, pendidikan, dan kesinambungan generasi.

Ada anak-anak PAUD yang baru mulai mengenal dunia pendidikan. Ada siswa madrasah yang sedang tumbuh menjadi remaja. Ada para santri, guru, tokoh agama, orang tua, dan masyarakat yang bersama-sama menjaga lingkungan pendidikan dan keagamaan.

Inilah ekosistem yang diharapkan terus tumbuh di Rejosari.

Keikutsertaan KB Khodijah 04 dan TK Permata Hati dalam kegiatan Hari Santri menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan anak usia dini yang tidak hanya mengembangkan kemampuan anak, tetapi juga mendekatkan mereka dengan nilai keislaman, tradisi masyarakat, cinta tanah air, dan kehidupan sosial sejak usia dini.

Sebab, rasa cinta kepada agama, bangsa, guru, dan sesama tidak tumbuh dalam satu hari. Nilai itu perlu dikenalkan, dicontohkan, dan dibiasakan sedikit demi sedikit sejak anak masih kecil.

Dari langkah-langkah kecil anak-anak dalam barisan karnaval Hari Santri, tumbuh harapan besar akan lahirnya generasi yang sholih-sholihah, berakhlakul karimah, mencintai ilmu, menghormati ulama, serta memiliki kepedulian kepada agama, bangsa, dan masyarakat.[SHs]

Jumat, 07 Agustus 2026

Mengakar di Masyarakat, Membangun Generasi: Peran Strategis KB Khodijah 04 di Rejosari, Meteseh Tembalang Semarang

Admin

Pengajian, salah satu bentuk sinergi dengan masyarakat.

Penulis: Tathiroh

Sebuah lembaga pendidikan tidak pernah berdiri sebagai pulau yang terisolasi. Keberhasilan mendidik anak-anak, terutama pada jenjang usia dini, sangat bergantung pada seberapa erat jalinan komunikasi dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, serta lingkungan sekitar. Di Dukuh Rejosari, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kelompok Bermain (KB) Khodijah 04 memberikan contoh nyata bagaimana hubungan harmonis antara sekolah dan masyarakat dapat menjadi pilar utama kemajuan pendidikan anak usia dini.

KB Khodijah 04 tidak sekadar menjalankan fungsi sebagai tempat penitipan atau belajar anak pra-sekolah. Lebih dari itu, sekolah ini mengambil peran strategis sebagai perekat sosial dan mitra aktif bagi warga Rejosari dalam membentuk lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Menjalin Jembatan Komunikasi yang Inklusif dan Transparan

Sering kali hubungan antara lembaga sekolah dan masyarakat sekitar berjalan secara kaku atau sebatas formalitas, misalnya hanya bertemu saat pembagian laporan hasil belajar. Namun, KB Khodijah 04 menerapkan pendekatan hubungan masyarakat yang dinamis, terbuka, dan partisipatif.

Komunikasi antara pihak pengelola KB dengan orang tua serta tokoh masyarakat Rejosari dibangun melalui berbagai saluran tatap muka dan kegiatan bersama. Sekolah senantiasa membuka ruang dialog untuk mendengarkan masukan, harapan, hingga kebutuhan warga setempat. Transparansi dalam pengelolaan program serta keterbukaan dalam menyerap aspirasi lingkungan menjadikan KB Khodijah 04 mendapat tempat tersendiri di hati warga Meteseh.

Keterbukaan ini menumbuhkan rasa memiliki di kalangan masyarakat. Warga Rejosari tidak lagi memandang KB Khodijah 04 sebagai milik pengurus internal semata, melainkan sebagai aset bersama yang perlu dijaga, didukung, dan dikembangkan secara bergotong royong.

Gotong Royong dan Partisipasi Aktif Warga Rejosari

Bentuk kemitraan di KB Khodijah 04 terlihat dari tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai aktivitas sekolah. Dukungan yang diberikan warga Rejosari hadir dalam beragam rupa, mulai dari dukungan fasilitas, partisipasi dalam acara keagamaan dan kebudayaan, hingga pelibatan tokoh-tokoh lokal.

Ketika sekolah mengadakan kegiatan luar kelas, perayaan hari besar, atau bakti sosial, masyarakat sekitar tidak ragu untuk terlibat langsung memberikan bantuan. Begitu pula sebaliknya, pihak KB Khodijah 04 aktif berpartisipasi dalam agenda kemasyarakatan di wilayah Kelurahan Meteseh.

Sinergi dua arah ini menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruang kelas, tetapi juga belajar langsung dari nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan kehangatan yang ditunjukkan oleh masyarakat di sekitar lingkungan tempat mereka tinggal.

Dampak Positif bagi Sekolah, Keluarga, dan Lingkungan

Hubungan harmonis yang dibangun secara konsisten oleh KB Khodijah 04 membawa dampak nyata yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Bagi pihak sekolah, dukungan penuh dari warga dan orang tua mempermudah eksekusi berbagai program pendidikan. Perekrutan peserta didik baru menjadi lebih lancar karena reputasi baik yang tersebar secara alami dari mulut ke mulut. Keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar anak juga makin terjamin berkat kepedulian warga sekitar.

Bagi para orang tua dan masyarakat Rejosari, keberadaan KBKhodijah 04 memberikan kemudahan akses terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan sesuai dengan nilai-nilai lokal. Orang tua merasa tenang memercayakan putra-putrinya karena merasa dilibatkan dan dihargai sebagai mitra sejajar oleh para pendidik.

Catatan Berharga untuk Pengembangan Lembaga Pendidikan

Pengalaman dan peran strategis KB Khodijah 04 di Meteseh menyajikan pembelajaran berharga tentang pentingnya manajemen hubungan sekolah dan masyarakat. Sekolah yang kuat adalah sekolah yang mengakar pada budayanya dan merangkul masyarakat sekitarnya. Pendidikan anak usia dini bukan hanya tanggung jawab para guru di kelas, melainkan tanggung jawab kolektif satu kampung. Ketika sekolah dan masyarakat berjalan bergandengan tangan, tantangan seberat apa pun dalam pengelolaan pendidikan akan lebih mudah diatasi.

Penutup

Keberadaan KB Khodijah 04 di Dukuh Rejosari, Kelurahan Meteseh, merupakan bukti konkret bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat adalah kunci utama menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan berkelanjutan. Dengan memelihara kepercayaan, keterbukaan, dan semangat gotong royong, KB Khodijah 04 tidak hanya berhasil mencetak generasi cilik yang cerdas dan berkarakter, tetapi juga turut memperkuat tatanan sosial masyarakat di sekitarnya.

Team Kami

  • Tathiroh, S.Pd. Kepala Sekolah
  • Yuliana, S.Pd. Guru
  • Sumaryati Guru
  • Sugiyarti Guru
  • Farikhatun Nisa Guru
  • Susi Susanti Guru
  • Dita Nafissatur R., S.TP. Administrasi
  • Dr. Siti Hasanah, M.Ag. Ketua Yayasan Khodijah
  • Dra. Yusroh W., M.S.I. Pengurus Yayasan
  • Nama Pengurus Yayasan
  • Nama Pengurus Yayasan
  • Nama Pengurus Yayasan