Seorang pendidik yang berdedikasi dengan bekal ilmu dari pondok pesantren. Menyatukan kelembutan hati seorang ibu dan keteguhan ilmu seorang santri, beliau hadir untuk membersamai Ananda di usia emas dengan pendekatan yang lembut, islami, dan menyenangkan.
Di kelas, beliau bukan hanya mengajar huruf dan angka, tapi menanamkan adab sebelum ilmu, menumbuhkan cinta Al-Qur’an sejak dini, dan menjadikan setiap aktivitas bermain sebagai ladang pahala. Baginya, hati anak adalah tanah subur yang harus disiram dengan teladan, doa, dan kasih sayang.
Di tengah masyarakat, beliau dikenal sebagai Ustazah yang aktif membina umat. Amanah sebagai Pemimpin Jamiyyah Putri, beliau emban dengan penuh tanggung jawab, serta istiqamah membina kelas privat mengaji untuk anak-anak dan remaja. Jiwa sosialnya yang tinggi mendorong beliau untuk selalu hadir: dari majelis ilmu hingga kegiatan kemasyarakatan, demi memastikan tumbuh kembang anak secara holistik — akademik, akhlak, maupun spiritual.
Baginya, guru KB adalah arsitek peradaban. Karena dari pangkuan gurulah, lahir generasi yang cinta Allah, cinta Rasul, dan cinta tanah air. Motto beliau: “Mendidik anak usia dini adalah menanam benih surga dengan cinta dan kesabaran. Sebab satu ayat yang ia hafal, satu adab yang ia jaga, akan menjadi amal jariyah yang tak terputus hingga yaumil akhir.”